Batas ledakan gas yang mudah terbakar dan meledak

Gas mudah terbakar dibagi menjadi gas mudah terbakar tunggal dan gas mudah terbakar campuran, yang memiliki karakteristik mudah terbakar dan meledak. Nilai batas konsentrasi campuran seragam gas mudah terbakar dan gas pendukung pembakaran yang menyebabkan ledakan dalam kondisi uji standar. Gas pendukung pembakaran dapat berupa udara, oksigen, atau gas pendukung pembakaran lainnya.

Batas ledakan mengacu pada batas konsentrasi gas atau uap yang mudah terbakar di udara. Kandungan gas yang mudah terbakar terendah yang dapat menyebabkan ledakan disebut batas ledakan bawah; konsentrasi tertinggi disebut batas ledakan atas. Batas ledakan bervariasi tergantung pada komponen campuran.

Gas-gas yang mudah terbakar dan meledak umumnya meliputi hidrogen, metana, etana, propana, butana, fosfin, dan gas-gas lainnya. Setiap gas memiliki sifat dan batas ledakan yang berbeda.

Hidrogen

Hidrogen (H2)Hidrogen adalah gas yang tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa. Pada tekanan tinggi dan suhu rendah, hidrogen berupa cairan tidak berwarna dan sedikit larut dalam air. Hidrogen sangat mudah terbakar dan dapat meledak hebat jika bercampur dengan udara dan terkena api. Misalnya, jika bercampur dengan klorin, hidrogen dapat meledak secara alami di bawah sinar matahari; jika bercampur dengan fluorin dalam kondisi gelap, hidrogen dapat meledak; hidrogen dalam tabung juga dapat meledak jika dipanaskan. Batas ledakan hidrogen adalah 4,0% hingga 75,6% (konsentrasi volume).

Metana

MetanaMetana adalah gas tidak berwarna dan tidak berbau dengan titik didih -161,4°C. Gas ini lebih ringan dari udara dan merupakan gas yang mudah terbakar serta sangat sulit larut dalam air. Metana adalah senyawa organik sederhana. Campuran metana dan udara dalam proporsi yang tepat akan meledak ketika terkena percikan api. Batas ledakan atas % (V/V): 15,4, batas ledakan bawah % (V/V): 5,0.

微信图片_20240823095340

Etana

Etana tidak larut dalam air, sedikit larut dalam etanol dan aseton, larut dalam benzena, dan dapat membentuk campuran eksplosif ketika dicampur dengan udara. Etana berbahaya jika terbakar dan meledak ketika terkena sumber panas dan api terbuka. Etana akan menghasilkan reaksi kimia yang hebat ketika bersentuhan dengan fluorin, klorin, dll. Batas ledakan atas % (V/V): 16,0, batas ledakan bawah % (V/V): 3,0.

微信图片_20200313095511

Propana

Propana (C3H8), gas tak berwarna, dapat membentuk campuran eksplosif ketika dicampur dengan udara. Gas ini berbahaya jika terbakar dan meledak ketika terkena sumber panas dan api terbuka. Gas ini bereaksi hebat ketika bersentuhan dengan oksidan. Batas ledakan atas % (V/V): 9,5, batas ledakan bawah % (V/V): 2,1;

C3H8 作主图

N-butana

n-Butana adalah gas mudah terbakar yang tidak berwarna, tidak larut dalam air, mudah larut dalam etanol, eter, kloroform, dan hidrokarbon lainnya. Gas ini membentuk campuran eksplosif dengan udara, dan batas ledakannya adalah 19%~84% (malam hari).

Etilen

Etilena (C2H4) adalah gas tak berwarna dengan bau manis yang khas. Gas ini larut dalam etanol, eter, dan air. Etilena mudah terbakar dan meledak. Ketika kandungannya di udara mencapai 3%, gas ini dapat meledak dan terbakar. Batas ledakannya adalah 3,0~34,0%.

1

Asetilen

Asetilena (C2H2)adalah gas tak berwarna dengan bau eter. Gas ini sedikit larut dalam air, larut dalam etanol, dan mudah larut dalam aseton. Gas ini sangat mudah terbakar dan meledak, terutama jika bersentuhan dengan fosfida atau sulfida. Batas ledakannya adalah 2,5~80%.

Propilen

Propilena adalah gas tidak berwarna dengan bau manis dalam keadaan normal. Gas ini mudah larut dalam air dan asam asetat. Gas ini mudah meledak dan terbakar, dan batas ledakannya adalah 2,0~11,0%.

Siklopropana

Siklopropana adalah gas tak berwarna dengan bau seperti eter minyak bumi. Gas ini sedikit larut dalam air dan mudah larut dalam etanol dan eter. Siklopropana mudah terbakar dan meledak, dengan batas ledakan 2,4~10,3%.

1,3 Butadiena

1,3 Butadiena adalah gas tidak berwarna dan tidak berbau, tidak larut dalam air, mudah larut dalam etanol dan eter, serta larut dalam larutan tembaga(I) klorida. Senyawa ini sangat tidak stabil pada suhu kamar dan mudah terurai serta meledak, dengan batas ledakan 2,16~11,17%.

Metil klorida

Metil klorida (CH3Cl) adalah gas tidak berwarna yang mudah dicairkan. Rasanya manis dan baunya seperti eter. Mudah larut dalam air, etanol, eter, kloroform, dan asam asetat glasial. Mudah terbakar dan meledak, dengan batas ledakan 8,1 ~17,2%.

微信图片_20221108114234


Waktu posting: 12 Desember 2024